“Mulai dari patroli dialogis, penanganan gangguan kamtibmas, pengaturan lalu lintas darurat, hingga kemampuan komunikasi publik yang persuasif, semua itu akan memperkuat peran pamapta sebagai pelaksana fungsi preventif yang adaptif terhadap tantangan modern,” jelasnya.
Ade juga menyampaikan penekanan bahwa pelayanan Kepolisian tidak hanya diukur dari kecepatan dan ketepatan dalam merespons laporan masyarakat, tetapi juga dari ketulusan dan empati dalam memberikan bantuan. Ia mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menghadirkan sisi humanis dalam setiap tindakan di lapangan.
“Masyarakat yang datang ke kantor polisi atau melapor melalui 110 itu adalah saudara kita sendiri. Kita harus mampu memahami dan merasakan kesulitan mereka. Itulah bentuk pelayanan dengan hati yang terus kita pegang,” tegasnya.
Tidak hanya itu, kendaraan operasional pamapta telah didistribusikan ke jajaran Polres dan Polsek. Dengan pelatihan ini, diharapkan pamapta semakin siap memberikan pelayanan cepat, tanggap, dan humanis kepada masyarakat. Ini merupakan bagian dari komitmen Polda Metro Jaya untuk mewujudkan pelayanan publik kepolisian yang profesional dan berempati.

