“Karenanya saya tidak lagi memiliki ambisi politik yang perlu dikejar,” bebernya.
Sebelumnya, Pramono sempat berencana pensiun, namun akhirnya diminta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk maju sebagai Gubernur DKI Jakarta. Amanah itu ia terima, meski saat itu peluang elektoralnya nyaris nol.
“Saya sebenarnya orang yang tidak pernah ingin muncul di publik, tapi ketika ditunjuk, saya terima, meski surveinya nol persen,” ungkapnya.
Keputusan itu, kata Pramono, dilandasi rasa tanggung jawab serta keinginan menuntaskan berbagai persoalan klasik di Jakarta, mulai dari tata kota hingga kesejahteraan warga. Dia ingin pemerintahannya dikenal karena kerja nyata, bukan karena perhitungan politik.
“Saya sudah jadi pejabat lama banget. Selama 25 tahun nggak pernah putus. Tambah lima tahun jadi gubernur, sudah 30 tahun. Sudahlah,” pungkasnya.(sofian)
