Dia juga Pemda mempercepat belanja produktif, tanpa perlu menunggu hingga akhir tahun. Purbaya lalu berbesar kepala daerah menjaga tata kelola dan integritas keuangan.
Sebab, hal ini erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat dan investor. “Sekali hilang, membangunnya butuh waktu lama,” ujar Purbaya.
Hingga September 2025, realisasi belanja APBD baru mencapai Rp 712,8 triliun atau 51,3 persen dari total pagu Rp 1.389 triliun. Angka itu turun 13,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Belanja pegawai tercatat stabil, hanya turun 0,7 persen. Namun, belanja modal anjlok menjadi Rp 58,2 triliun atau turun lebih dari 31 persen. Padahal, belanja modal berdampak langsung terhadap pembangunan dan penciptaan lapangan kerja.
Belanja barang dan jasa turun 10,5 persen, sementara belanja lainnya merosot 27,5 persen. Angka ini, kata Purbaya, mencerminkan perlambatan eksekusi di banyak sektor.
” Saya ingatkan, percepatan realisasi belanja, terutama yang produktif, harus digenjot dalam tiga bulan terakhir. Uang daerah jangan dibiarkan mengendap di kas atau deposito,” pesannya.
