Beberapa pengamat komunikasi publik menilai kasus ini menjadi contoh penting tentang dampak besar media sosial terhadap reputasi pribadi maupun keluarga pejabat publik.
“Di era digital, setiap ucapan bisa menjadi headline. Karena itu, kehati-hatian dalam berbicara di ruang publik sangat penting, apalagi bagi keluarga pejabat negara,” ujar pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Dr. Tania Rahardja, dikutip pada Rabu (22/10/2025).(Vinolla)
