Selain itu, dia mengungkapkan, SMKN Nusawungu memiliki laboratorium bengkel untuk praktik siswa dan siswi. Seluruh peralatannya sudah bisa menggunakan sistem kelistrikan modern yang ramah lingkungan.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan, tahun 2024 Pertamina telah menghadirkan 23 SEB di berbagai wilayah Indonesia.
“Program ini memberikan dampak signifikan, baik dari sisi pendidikan, lingkungan, maupun efisiensi energi. Tercatat sebanyak 10.647 siswa telah memahami pemanfaatan energi terbarukan, sementara 691 guru turut menerima dampak positif melalui materi pembelajaran yang lebih inovatif dan aplikatif,” terang Fadjar.
Pada tahun 2025 ini, Pertamina melanjutkan komitmennya dengan pengembangan Sekolah Energi Berdikari berbasis Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) di 10 lokasi baru dan 10 lokasi SEB eksisting untuk dapat naik kelas.
Saat ini sudah terdapat 5 sekolah yang mendapatkan instalasi energi terbarukan PLTS dengan kapasitas energi terpasang sebesar 16.500 watt peak dan kapasitas penyimpanan energi menggunakan baterai sebesar 25.000 watt hours.
