“Pemanfaatan energi surya ini mampu mengurangi emisi karbon hingga 22.650 kg CO₂ ekuivalen per tahun serta memberikan efisiensi biaya listrik sekolah sebesar Rp34,7 juta per tahun. Listrik yang terinstal di masing-masing sekolah digunakan untuk laboratorium, peralatan komputer dan peralatan belajar mengajar lainnya,” kata Fadjar lebih lanjut.
Fadjar memerinci beberapa lokasi yang sudah selesai dalam implementasi EBT tahun 2025 ini, di antaranya SMKN Nusawungu Kabupaten Cilacap, SMP Wisata Sanur Denpasar Selatan, SMPN 2 Jenu Kabupaten Tuban, SDN Ciptomulyo 1 Kota Malang dan SMP Islam Al-Azhar 27 YPKS Kota Cilegon.
Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 terkait Pendidikan Berkualitas, dan poin 7 terkait Energi Bersih dan Terjangkau.
“Pertamina akan terus memperluas program Sekolah Energi Berdikari agar semakin banyak sekolah dan peserta didik yang dapat merasakan manfaatnya. Kami berharap program ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran energi bersih, tetapi juga memotivasi generasi muda untuk berinovasi menciptakan solusi energi berkelanjutan bagi bangsa,” tutup Fadjar. (Yudha Krastawan)
