IPOL.ID – Rencana keikutsertaan seorang atlet senam Israel dalam kejuaraan yang digelar di Indonesia pada akhir Oktober ini telah memicu polemik politik di dalam negeri.
Pemerintah belum mengambil keputusan akhir, sementara penolakan datang dari sejumlah pihak, mulai dari Komisi I DPR RI hingga Gubernur Jakarta, Pramono Anung.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra menegaskan kementeriannya masih menunggu instruksi resmi dari Presiden Prabowo Subianto terkait ada tidaknya pelarangan bagi atlet tersebut.
“Jadi kami menunggu arahan dari Pak Presiden mengenai hal ini, dan Pak Menlu,” kata Yusril, Kamis (9/10).
Menurut Yusril, kehadiran atlet yang membawa nama negara tertentu, termasuk Israel, tidak hanya berkaitan dengan urusan olahraga, tetapi juga memiliki dampak politik.
“Kalau kegiatan event olahraga dan lain-lain, itu ada implikasi politiknya. Dan biasanya tergantung sikap kita juga,” ujarnya.
Yusril mencontohkan Indonesia memiliki rekam jejak serupa di masa lalu, seperti saat Asian Games atau sejumlah turnamen sepak bola, ketika pemerintah juga menolak partisipasi tim dari Israel karena pertimbangan politik luar negeri.
