“Misalnya dulu kita pernah mengadakan Asian Games. Dan menolak juga kehadiran tim Israel ke sini. Atau juga yang lain-lain, misalnya sepak bola. Beda halnya orang pribadi yang kunjung ke sini,” terangnya.
Kementerian Imigrasi akan mengikuti keputusan yang diambil Presiden. Bila nanti ada instruksi untuk menolak atau menerima kehadiran atlet Israel, pihaknya akan segera menindaklanjuti.
“Ya, tentu kalau sudah menjadi arahan presiden, kita akan laksanakan. Jadi, kita perlu patuh kepada presiden. Dan sudah arahan beliau seperti itu, kita akan laksanakan di lapangan,” katanya.
Meskipun demikian, ia memastikan bahwa hingga saat ini, arahan resmi dari Prabowo belum ia terima secara langsung.
“Nanti saya tanya Menteri Imigrasi dulu. Mungkin langsung ke Menteri Imigrasi. Karena masalah teknis imigrasi itu ada pada Menteri Imigrasi dulu. Tapi ke saya belum itu, mungkin langsung ke Menteri Imigrasi,” tutup Yusril. (far)
