Dengan target ini, lanjut dia, tentu membutuhkan anggaran yang cukup besar yang tidak bisa selalu mengandalkan PSO atau subsidi layanan publik dari APBD.
Ditegaskan dia, kenaikan tarif ini bukan untuk mengejar keuntungan, tapi menekan subsidi yang digelontorkan Pemprov. Selain itu, kenaikan tarif ini juga untuk meningkatkan layanan dan mencapai target yang diamanatkan kepada Transjakarta.
“Tapi kalau tarif tidak naik, lalu mengganggu pelayanan, dari standar pelayanan minimum dan aspek lainnya. Kami pasti minta yang terbaik, kalau memang harus naik. Yang penting bisa dijangkau dan lebih murah dari transportasi apapun,” tandasnya. (Sofian Ismanto)
