Yang menarik, penelitian ini juga mengukur seberapa “berharga” operasi tersebut dari sudut pandang ekonomi. Hasilnya mengesankan: investasi untuk tindakan operasi mata juling jauh lebih ekonomis ketimbang kerugian finansial apabila kondisi tersebut dibiarkan.
“Mata juling tidak seharusnya membuat hidup penyandangnya terhenti secara psikososial. Mereka harus termotivasi agar bangkit. Harapan kami, operasi yang kami fasilitasi mampu memulihkan fungsi penglihatan serta mengembalikan kepercayaan diri mereka. Dengan demikian, mereka bisa kembali berinteraksi dan berkontribusi di tengah masyarakat, tanpa perlu mendapatkan stigma apapun,” imbuh DR. dr. Soefiandi Soedarman, SpM(K) selaku Direktur Medik & Keperawatan Rumah Sakit Mata JEC @ Menteng.
Perdana digagas pada 2022, program tahunan “Bakti Sosial Operasi Mata Juling JEC” telah membantu lebih dari 100 pasien strabismus dari berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini, RS Mata JEC @ Menteng menjadi tuan rumah penyelenggaraan telah berpengalaman menangani kesehatan mata anak termasuk penderita mata juling. Dengan menyasar 30 penerima manfaat, operasi mata juling gratis akan digelar sepanjang bulan Oktober-November 2025.
