Hingga Rabu malam (1/10/2025), jumlah korban jiwa mencapai lima orang. Tim SAR yang bekerja tanpa henti berhasil mengevakuasi tujuh orang dari balik reruntuhan. Lima korban selamat dilarikan ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo untuk menjalani perawatan.
Basarnas menekankan operasi masih berfokus pada golden time penyelamatan. Namun, penggunaan alat berat tidak dimungkinkan karena dikhawatirkan justru membahayakan korban yang masih tertimbun.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang meninjau langsung lokasi tragedi, menyoroti pola pembangunan gedung pesantren yang kerap melibatkan santri.
“Gotong royong boleh, tetapi harus ada ilmunya. Pesantren tidak boleh membangun gedung tanpa kalkulasi teknik. Harus ada tim teknisi,” tegas Cak Imin.
Ia menyebut pemerintah sepakat memberikan bantuan teknis untuk memastikan pembangunan gedung pesantren sesuai standar. Rekomendasi ini akan dikoordinasikan dengan Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
