Sementara itu, kelompok Hamas pada Rabu (15/10) mengumumkan akan menyerahkan dua jenazah sandera Israel tambahan di Gaza sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Israel.
Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam menyatakan pemindahan jenazah akan dilakukan sekitar pukul 22.00 waktu setempat.
“Kami telah mematuhi kesepakatan, menyerahkan semua sandera hidup dan jenazah yang berhasil kami temukan,” tulis pernyataan Al-Qassam.
Hamas menambahkan, pencarian sisa jenazah lainnya masih berlangsung karena memerlukan upaya besar dan peralatan khusus di tengah kondisi Gaza yang hancur akibat perang.
Pekan lalu, Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui fase pertama dari rencana gencatan senjata yang ia ajukan pada 29 September lalu.
Kesepakatan itu mencakup penghentian sementara serangan, pembebasan semua sandera Israel dengan imbalan ribuan tahanan Palestina, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Dalam tahap pertama, Hamas telah membebaskan 20 sandera hidup dan menyerahkan delapan jenazah, sementara Israel membebaskan hampir 2.000 tahanan Palestina.
