Musim lalu, Barcelona sempat mendominasi dengan kemenangan beruntun di LaLiga, Piala Super Spanyol, dan Copa del Rey. Sayangnya, musim ini performa mereka sempat terganggu badai cedera.
Presiden Barcelona Joan Laporta tetap optimistis timnya bisa mencuri kemenangan di Bernabeu.
“El Clasico adalah rivalitas terbesar. Kami akan kembali berpesta di sana. Saya tak akan pernah bosan menyaksikan Barcelona menang,” tegas Laporta.
Di kubu Madrid, kabar baik datang dengan kemungkinan kembalinya Dani Carvajal, Trent Alexander-Arnold, dan Dean Huijsen. Sementara lini depan akan tetap mengandalkan duet maut Kylian Mbappe dan Vinicius Junior.
Sebaliknya, Barcelona kehilangan sejumlah pemain kunci seperti Marc-André ter Stegen, Gavi, Robert Lewandowski, Dani Olmo, dan kiper pelapis Joan Garcia. Absennya para pilar itu membuat Flick kemungkinan menurunkan Lamine Yamal, Fermin Lopez, dan Marcus Rashford untuk menopang Ferran Torres di lini depan.
Dengan sejarah panjang rivalitas, aroma balas dendam, dan perang kata yang sudah lebih dulu bergulir, El Clasico kali ini menjanjikan pertarungan panas yang tak sekadar soal tiga poin, tapi juga gengsi dan harga diri dua klub terbesar di Spanyol. (bam)
