Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2025, angka deforestasi netto pada tahun 2024 tercatat sebesar 175,4 ribu hektar. Di sisi lain, Laporan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) 2025 dari Bappenas menyoroti kerusakan ekosistem air yang disebabkan oleh kerusakan terumbu karang, penangkapan ikan berlebihan, limbah plastik di laut, serta dampak perubahan iklim. Sementara itu, data dari Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK per 24 Juli 2024 menunjukkan bahwa total timbunan sampah nasional mencapai 31,9 juta ton dari 290 kabupaten/kota di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup menjadi semakin penting untuk menekan laju kerusakan alam.
Pada rangkaian kegiatan Bumi Berseru Fest 2025 diumumkan 42 tim terbaik dari kategori Aksi untuk Bumi, Inovasi Eco Produk, serta Teknologi Hijau & Inovasi Berkelanjutan yang berhasil lolos ke tahap pendanaan pertama dengan dukungan maksimal sebesar Rp15 juta untuk setiap tim. Tim-tim terpilih akan mengikuti program mentoring dan monitoring lanjutan untuk memastikan implementasi program yang diajukan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap pelestarian lingkungan.
