“Beberapa wilayah mengalami dampak paling serius, seperti Tapanuli Selatan sebanyak 22 kejadian dan korban jiwa terbanyak yakni 17 meninggal, serta 73 warga mengalami luka-luka. Kemudian Sibolga sebanyak 59 korban terdampak, terdiri dari 8 meninggal, 5 luka-luka, dan 46 masih dalam pencarian,” terangnya.
Kemudian Humbang Hasundutan (Humbahas) sebanyak 20 kejadian dengan 6 korban, termasuk 2 meninggal dan 5 masih hilang. Lalu Pakpak Bharat sebanyak 2 warga meninggal akibat longsor yang terjadi di seluruh wilayahnya.
“Sementara daerah seperti Sergai, Mandailing Natal, dan Langkat tidak mencatat korban jiwa namun tetap mengalami kerusakan serta warganya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Saat ini untuk bencana banjir di Kota Medan dan Deliserdang masih pendataan,” jelasnya.
Ferry menambahkan Polda Sumut telah menurunkan 1.030 personel untuk penanganan darurat, terdiri dari jajaran Polres, Ditsamapta, Satbrimob, Bidtik, dan Biddokes. Tindakan darurat yang sudah dilakukan meliputi evakuasi korban, pengaturan lalu lintas di titik longsor, serta pencarian warga hilang bersama BPBD dan unsur TNI.
