Rian menilai, kejadian ini menambah panjang daftar persoalan yang menimpa PT Transjakarta dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, publik juga dihebohkan dengan kasus sejumlah direksi yang diduga bermain padel di Bali di tengah isu kinerja perusahaan yang disorot dan terjadinya kerusuhan di Jakarta beberapa waktu lalu yang berujung pembakaran halte bus Transjakarta.
“Kasus itu menjadi preseden buruk bagi citra direksi. Di saat banyak persoalan operasional belum terselesaikan, malah muncul perilaku yang tidak pantas dari jajaran manajemen,” terangnya.
Selain itu, Rian juga menyinggung meningkatnya jumlah kecelakaan yang melibatkan armada bus Transjakarta maupun JakLingko. Menurutnya, hal itu menunjukkan lemahnya sistem pengawasan dan pembinaan terhadap pengemudi.
“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Jika manajemen tidak mampu memperbaiki kinerja dan menjaga integritas, sudah seharusnya dievaluasi bahkan diganti,” jelasnya.
FPPJ, lanjutnya, akan terus mengawal persoalan ini agar PT Transjakarta tidak menjadi perusahaan yang abai terhadap persoalan moral dan keselamatan publik.
