Terbarukan. Selaras dengan itu, Bio Town juga tengah diusulkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dan memperkuat daya saing industri kesehatan nasional.
Saat ini, lanjut Hiramsyah, perseroan sedang menyusun rencana kerja dan business plan Bio Town bersama konsultan internasional dari Tiongkok, termasuk menyiapkan dokumen proposal pengajuan status KEK. Melalui Bio Town, perseroan menargetkan percepatan inovasi industri kesehatan, pengembangan pusat wisata kesehatan (health tourism), penciptaan lapangan kerja baru, dan juga menarik capital flight terkait fasilitas kesehatan yang selama ini terjadi akibat kebutuhan akan layanan kesehatan premium, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di Sentul City Green Township.
Hiramsyah menambahkan pihaknya menargetkan awal 2026 kajian studi terkait Bio Town selesai dan segera dilakukan pembangunan tahap 1.
“Kami berkaca kepada kota kesehatan Bio Town di Chengdu dengan lahan yang hampir sama sekitar dua ribuan hektar, sudah disiapkan sekitar Rp160 triliun,” pungkasnya. (vit)
