Dalam upaya percepatan penanganan darurat ini, pembiayaan kegiatan dilakukan secara sharing anggaran antara Pemerintah Kabupaten Bekasi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dan BNPB.
“Kolaborasi pendanaan ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan tanggul dan pengerukan sampah di titik-titik kritis jadi penyebab utama luapan air,” jelasnya.
Abdul Muhari berpesan, BNPB mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air akibat cuaca ekstrem.
“Hindari aktivitas di sekitar tanggul dan area sungai selama proses pengerjaan berlangsung. Apabila terjadi kondisi darurat atau tanda-tanda potensi bahaya, segera laporkan kepada aparat desa atau posko bencana terdekat,” pungkasnya. (Joesvicar Iqbal)
