Kepala BNPB Suharyanto juga menjelaskan, penanaman pohon ini menggabungkan vegetasi bernilai ekologis dan ekonomis. Manfaatnya diharapkan akan sangat besar, tidak hanya dalam konteks mitigasi dan pelestarian lingkungan, tetapi juga peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Jenis pohon ditanam, di antaranya, tanaman keras, seperti cemara, sengon dan pinus, serta tanaman buah, seperti alpukat, jambu, durian, manggis dan Nangka. Pohon-pohon tersebut merupakan rekomendasi dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
“Sudah kita terapkan dengan 26 persen bibit pohon buah, 46 persen bibit mangrove dan sisanya Adalah pohon keras,” ujar Suharyanto.
Hadir pada puncak penanaman pohon perwakilan dari Kementerian Kehutanan, BMKG, BPDLH, Komisi VIII DPR, BPDAS, TNI, Polri, jajaran pimpinan daerah di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara serta relawan di kawasan Swiss Van Java.
Untuk bibit yang ditanam Kepala BNPB adalah bibit pohon buah, alpukat. Melalui penanaman bibit pohon, BNPB berharap penanaman tidak selesai pada kegiatan hari itu, tetapi ini akan membawa semua pihak untuk memiliki tanggung jawab yang lebih besar, disiplin dan kontinyu dalam pemeliharaan pohon-pohon yang sudah ditanam bersama.
