Potensi emas yang akan hilang pada nomor cabor misalnya dari fin swimming, kun bukator, vovinam, soft tennis, pencak silat, wushu, cyckling, esport, wrestling, kick boxing, dragon boat, karate, sepak takraw, cricket, hingga judo.
Kendati demikian, Deputi Surono menerangkan jika Indonesia mendapatkan potensi tambahan 32 emas dari nomor cabor yang dipertandingkan pada SEA Games 2025 tidak dipertandingkan pada SEA Games sebelumnya. Rinciannya dari nomor cabor rowing, canoe, archery, equestrian, shooting, woodball, sport climbing, waterski, skateboard, chess, mixed martial art, dan modern pentathlon.
“Meski berpotensi kehilangan 41 medali emas, namun Indonesia masih berpeluang mendapatkan potensi tambahan dari nomor cabor yang di SEA Games Kamboja sebelumnya tidak dipertandingkan,” ujar Deputi Surono.
Oleh karenanya, Deputi Surono berharap cabang olahraga yang sedang menjalani pemusatan latihan menjelang SEA Games tahun ini bisa memaksimalkan dan mampu meningkatkan performa.
“Tentu sampai saat ini tim review sedang melakukan analisa dan menjalani proses yang bertahap. Prinsipnya kita melayani dengan baik terhadap federasi olahraga. Kita berharap atlet yang melakukan pelatnas bisa meningkatkan performa,” pungkas Deputi Surono. (bam)
