Biaya tiap proyek bervariasi antara Rp163 juta hingga Rp166 juta, dan seluruhnya dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan langsung tanpa tender terbuka.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Parepare belum memberikan penjelasan resmi terkait rincian komponen biaya, seperti harga material, ongkos tukang, maupun standar bangunan yang digunakan.
Sementara itu, sejumlah anggota DPRD Parepare dilaporkan mulai menyoroti proyek tersebut dan meminta penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan terkait spesifikasi bangunan dan dasar penghitungan anggaran.
Meski disorot, pemerintah setempat berharap proyek toilet sekolah tersebut tetap membawa dampak positif bagi lingkungan belajar.
Fasilitas kebersihan yang layak diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan siswa, terutama dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan seperti diare atau infeksi kulit.
Namun, masyarakat tetap mendesak agar Dinas Pendidikan segera membuka detail spesifikasi proyek dan melibatkan pengawasan independen agar anggaran Rp3,3 miliar tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.(Vinolla)
