Disebutkan pula bahwa selain pembaruan jaringan, PDAM Jaya juga berupaya memperluas cakupan layanan air bersih. Saat ini, layanan air bersih telah menjangkau 76,19 persen wilayah Jakarta atau lebih dari satu juta sambungan pelanggan. Pemerintah menargetkan cakupan meningkat menjadi 90 persen pada 2027.
“Untuk pergerakannya sangat cepat sekali. Tapi untuk mencapai target 90 persen, kami butuh dukungan semua pihak,” ungkapnya.
Pada bagian lain, kata Arief lagi program subsidi air bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap dijalankan. Tahun ini, alokasi subsidi mencapai Rp66 miliar. “Malah akan meningkat menjadi Rp111 miliar tahun depan melalui program Kartu Air Sehat. Dari program tersebut, pelanggan hanya membayar Rp 1.000 per meter kubik air,”jelasnya.(sofian)
