“Keikutsertaan Indonesia di BIFF 2025 adalah pengakuan dunia terhadap sinema kita,” kata Fadli. “Karya-karya kita sudah mampu bersaing secara kualitas.”
Melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya dan program fasilitasi lainnya, Kementerian Kebudayaan memastikan para sineas—dari aktor hingga editor, dari produser hingga penulis skenario—memiliki akses untuk tampil, belajar, dan membawa nama Indonesia lebih tinggi di panggung global.
Malam FFI 2025 itu bukan sekadar perayaan penghargaan. Bagi banyak orang yang hadir, suasana di Gedung Taman Ismail Marzuki terasa seperti babak baru: sebuah momentum di mana pemerintah dan pelaku industri film berjalan dalam satu visi—menjadikan film Indonesia kekuatan budaya yang diakui dunia. (*)
