“Kalau merah iya, tapi kalau lebam jelas bukan. Dokter juga bilang ini akibat benturan,” tambahnya.
Sejak kejadian itu, FT menolak pergi ke sekolah. Ia menangis setiap kali diajak belajar dan mengaku takut bertemu dengan ‘ibu guru yang punya cincin’.
“Dia bilang ‘awas kalau ngadu ke orang tua’. Sekarang dia takut dan gak mau sekolah lagi,” kata Erna lirih.
Trauma ini membuat sang ibu khawatir. Ia meminta agar pihak sekolah dan guru yang bersangkutan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Saya minta dia (guru) ngaku dan minta maaf di depan saya. Anak saya bukan boneka,” tegasnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Banyak warganet mengecam dugaan kekerasan di lingkungan sekolah, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak. Beberapa warga juga mendesak Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk segera turun tangan menyelidiki kasus ini dan memberikan sanksi tegas apabila terbukti ada tindak kekerasan.(Vinolla)
