“Kita awali dengan mengupdate potensi pertahanan kita ini dengan mengikuti perkembangan zaman ini melalui diskusi–diskusi yang berkala sehingga menciptakan ide atau inovasi yang sesuai dengan dinamika yang dihadapi,” ujar Kasad.
Kasad juga menyoroti pentingnya elemen nonfisik berupa pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara kepada masyarakat. Ia juga berharap bekal ilmu yang didapat saat Apel ini dapat diimplementasikan dalam penugasan sehari-hari. Sehingga melalui peran para Dansatkowil, potensi ancaman terhadap ideologi bangsa dapat diminimalisir dan ketahanan mental masyarakat semakin kuat.
“Intinya hayati apa yang menjadi tugas tanggung jawab kita. Karena ini akan menjadi bekal anda semua nanti ke depan, serta lebih bermanfaat pada masyarakat dan menjadikan kita betul-betul jadi institusi yang siap untuk mempertahankan negara dan bangsa ini,” pungkas Kasad.
Selama kegiatan Apel Dansatkowil Terpusat Tahun 2025, para peserta menerima berbagai pemaparan strategis dari sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Gubernur Jawa Tengah, Panglima TNI yang diwakili Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Kepala BIN, Wamen ATR/BPN, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, Dirjen Perkebunan Kementan RI, Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Danpusterad, serta pejabat utama Mabesad. (Yudha Krastawan)
