“Pendampingan itu kami lakukan agar keluarga korban dan para guru bisa mengelola stres dan rasa takut setelah kejadian. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan dukungan emosional yang dibutuhkan,” kata AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Yadnya, Psikolog, Sabtu.
Pelaksanaan trauma healing di rumah sakit berfokus pada korban dan keluarga, sementara di SMAN 72, konseling diberikan kepada kepala sekolah dan para guru yang merasa terpukul serta masih mengalami tekanan emosional akibat peristiwa tersebut.
Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto menerangkan bahwa kegiatan trauma healing akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan hingga para korban benar-benar pulih.
Selain itu, dia menegaskan bahwa proses penyelidikan terhadap penyebab ledakan masih terus berjalan intensif.
“Hari ini, pelayanan trauma healing diteruskan agar para korban bisa segera pulih. Di sisi lain, rangkaian penyelidikan juga masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan,” tegas Kombes Bhudi Hermanto.
