Dikatakan Portasius, berbagai kerja sama ini diyakini mampu mengangkat marwah koperasi Indonesia. Pasalnya akan ada pengembangan dan peningkatan kapasitas usaha, transformasi digital dan modernisasi serta penyediaan lapangan kerja. “Jadi tak hanya di bidang pertanian, KUD saat ini sudah merambah juga di bidang energi , energi terbarukan serta industri air minum. Infrastrukturnya sudah kami banguan seluas 51 hektare di Cikarang beberapa waktu lalu,” ujar Ketum INKUD.
Di bidang energi, lanjut Portasius, INKUD akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan BioMassa dengan kapositas sebesar 1-2 MegaWatt. Inkud juga akan menjadi bagian penting dari integrasi layanan Listrik nasional dengan keterlibatan di bidang pembayaran Listrik PLN. “Jaringan mitra strategis internasional kami dari Prancis, Uzbekistan dan China akan memperkuat INKUD mewujudkan swasembada energi nasional,” tegasnya optimis.
Penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono ini menandai komitmen nyata dalam merevitalisasi peran koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Menteri Koperasi ferry Juliantono mengatakan kerja sama ini bertujuan mempercepat pengembangan ekonomi desa, digitalisasi, dan ketahanan pangan nasional berbasis koperasi.
