“Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar koperasi desa bisa berfungsi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Kami ingin koperasi desa menjadi pusat produksi, distribusi, dan industri di wilayahnya”, katanya.
Ferry juga menjelaskan bahwa pembangunan fisik koperasi desa sedang berjalan melalui inventarisasi lahan, pembangunan gudang dan gerai, serta penyediaan sarana distribusi. “Dengan dukungan data terintegrasi, tahapan operasional koperasi desa akan lebih cepat dan tepat sasaran”, ujarnya.
Berikut adalah lima mitra strategis dan fokus kerja sama yang disepakati:
PT PLN (Persero), kerja sama pengembangan ketenagalistrikan dan digitalisasi ekonomi desa. Kolaborasi ini akan fokus pada elektrifikasi desa, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), serta digitalisasi usaha KUD untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan pasar.
PT Bukit Asam Tbk, hilirisasi produk batu bara berbasis koperasi. Koperasi akan dilibatkan secara aktif dalam rantai nilai industri batu bara, mulai dari penyediaan logistik, perdagangan, hingga pengembangan produk turunan batu bara yang bernilai ekonomi lebih tinggi.
