Sebagai tindak lanjut sementara, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) bersama PT KAI, PT Railink, BPTD, dan Dinas Perhubungan setempat telah menerjunkan alat berat, memperkuat tim lapangan, dan menyiapkan skema pengalihan perjalanan di ruas-ruas jalur yang masih terdampak. Beberapa segmen jalur rel yang rusak sementara ini distabilkan dengan pemanfaatan rel bekas dan material penopang lain, sambil menunggu cuaca lebih kondusif untuk rehabilitasi menyeluruh demi menjamin kembali keselamatan dan keandalan operasi kereta api.
Sementara, dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, BPTD Kelas II Aceh mengalihfungsikan Terminal Tipe A sebagai posko singgah bus antarkota antarprovinsi dan pusat informasi bagi penumpang, sementara Pelabuhan Singkil tetap beroperasi melayani penyeberangan di tengah terbatasnya akses jalan dan pasokan listrik.
Di Sumatra Utara, operasional terminal secara umum masih berjalan dengan dukungan genset di Terminal Amplas dan komunikasi satelit di kawasan Sibolga, sedangkan di Sumatra Barat layanan terminal, pelabuhan penyeberangan, dan UPPKB tetap dibuka dengan penyesuaian kapasitas dan pengawasan terhadap kondisi cuaca.
