“Uang itu bukan denda, tapi bentuk tanggung jawab moral untuk mengembalikan kehormatan adat Toraja,” tegas Benyamin.
Benyamin menambahkan, pihak TAST masih membuka ruang dialog dengan Pandji. Ia berharap sang komika menunjukkan itikad baik dengan datang langsung untuk membicarakan sanksi tersebut.
Namun, jika tidak ada komunikasi atau itikad baik dari Pandji, lembaga adat akan menjatuhkan sanksi adat yang lebih berat, yakni kutukan melalui tokoh adat.
Menurut Benyamin, keputusan ini diambil bukan karena kemarahan, melainkan sebagai bagian dari mekanisme adat untuk menjaga keseimbangan dan kehormatan masyarakat Toraja.
“Candaan yang dilontarkan telah melukai nilai-nilai sakral dalam ritual Toraja yang dijaga secara turun-temurun. Karena itu, langkah ini diambil demi kehormatan adat dan budaya kami,” pungkasnya. (Vinolla)
