Puan juga menyoroti keunikan produk yang dibuat dari bahan-bahan kebun warga, termasuk gorengan tradisional yang diproses langsung oleh pembuatnya. Baginya, hal-hal sederhana seperti aroma brambang goreng merupakan kekhasan yang patut dipromosikan.
“Bau brambang gorengnya saja enak sekali. Di Jakarta sudah tidak ada yang menggoreng sendiri seperti itu, kebanyakan beli di toko. Jadi hal-hal seperti ini yang harus dipromosikan,” katanya.
Puan berharap kekuatan budaya, kuliner, dan kerajinan yang masih hidup di Kampoeng Djadhoel dapat terus dikembangkan, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan tersebut. “Ini kampung yang harus dilestarikan. Kekhasan seperti ini tidak ada di tempat lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa kemajuan Kampoeng Djadhoel hanya bisa terwujud melalui peran serta warga. Untuk itu, pihaknya memberikan challenge atau tantangan yang melibatkan masyarakat, perangkat kelurahan, hingga para pelaku UMKM setempat.
