
Iswar menjelaskan, Kampoeng Djadhoel memiliki sejarah panjang sejak era kolonial sebagai kawasan pengrajin batik Semarang. Pemerintah Kota Semarang, kata dia, berupaya memperbaiki kawasan itu secara bertahap melalui sejumlah proyek penataan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) pada tahun anggaran 2025.
Salah satu upaya yang tengah berjalan adalah pembangunan rumah workshop untuk masyarakat Kampoeng Djadhoel. Fasilitas itu disiapkan sebagai ruang belajar dan regenerasi perajin batik bagi anak-anak muda Kota Semarang.
“Tujuannya agar anak-anak Kota Semarang tetap mempertahankan Kampoeng Djadhoel sebagai kampung batik. Workshop-nya sedang dibangun dan mudah-mudahan akhir Desember sudah bisa dimanfaatkan,” pungkas Iswar. (Adv)
