Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, polisi menemukan benda menyerupai airsoft gun di lokasi ledakan.
“Pokoknya menyerupai, kita belum bisa pastikan apakah itu senjata api, airsoft gun, atau senjata rakitan. Masih dalam penyelidikan,” ujar Budi.
Pihak kepolisian bersama unsur TNI AL masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lain di sekitar masjid. Tim Inafis dan Gegana Brimob juga dikerahkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pasca insiden, aparat TNI AL dan kepolisian langsung menutup area sekolah untuk mencegah warga mendekat. Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) III bersama aparat keamanan lainnya telah menerima laporan awal dan melakukan koordinasi di lokasi kejadian.
“Saat ini penyelidikan masih berlangsung. Kami memastikan situasi di sekitar Kodamar tetap kondusif,” ujar seorang pejabat setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti ledakan masih diselidiki oleh Polda Metro Jaya bersama tim forensik. Polisi belum dapat memastikan apakah ledakan murni berasal dari perangkat elektronik atau ada faktor lain yang memperparah dampak kejadian tersebut. (Sofian/Vinolla)
