“AI bisa jadi alat imperialisme baru. Kita harus hati-hati, jangan sampai bangsa ini kehilangan jati dirinya hanya karena tergoda kemajuan teknologi,” tuturnya.
Presiden ke-5 RI juga mengenang masa mudanya yang sudah akrab dengan dunia politik sejak usia 14 tahun. Ia juga menyinggung tokoh-tokoh dunia yang dikaguminya, salah satunya Nikita Khrushchev, pemimpin Rusia, yang menurutnya punya visi kuat bagi bangsanya.
Megawati tak lupa mengingatkan kembali pidato legendaris Bung Karno dalam Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang menyerukan semangat membangun dunia baru “To Build the World Anew.”
“Bung Karno itu pemimpin futuristik. Beliau sudah memikirkan masa depan dunia, mempersembahkan Pancasila bukan hanya untuk Indonesia, tapi bagi umat manusia. Karena Pancasila adalah universal, berakar pada ketuhanan,” paparnya.
Secara khusus ia berpesan kepada anak muda agar tidak terisolasi atau apatis terhadap isu geopolitik, karena masa depan bangsa akan ditentukan oleh pemahaman mereka terhadap dinamika global.
