Yassierli menambahkan bahwa perubahan ini menuntut peran strategis divisi human capital dalam mendorong perusahaan menjadi business partner yang bukan hanya mendukung operasional, tetapi juga menggerakkan transformasi dan keberlanjutan bisnis.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Merry Riana, menyoroti pentingnya kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan generasi muda.
“Dunia usaha kini berinteraksi dengan banyak generasi, termasuk Gen Z dan Gen Alfa. Cara mereka berpikir dan mengambil keputusan berbeda. Karena itu, pemimpin bisnis harus mampu membangkitkan energi dan menciptakan koneksi yang relevan,” ujarnya.
Menurut Merry, keberhasilan transformasi bisnis tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh energi manusia yang menggerakkannya. “Energi besar akan menghasilkan rezeki besar,” katanya menutup.
Acara Top Human Capital Awards 2025, yang digelar Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga konsultan dan akademisi, dihadiri lebih dari 400 peserta dari berbagai sektor industri. Tahun ini, sebanyak 133 perusahaan mengikuti penilaian, meningkat 29% dibanding tahun lalu.
