“Dengan event yang rutin dan kualitas penyelenggaraan yang terus dijaga, secara alami akan muncul bibit-bibit baru. Kami percaya nantinya banyak pemain muda di tim nasional Indonesia akan berasal dari MilkLife Soccer Challenge,” ujarnya.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann mengatakan seiring terus bertambahnya jumlah peserta di setiap penyelenggaraan MLSC, terjadi fenomena yang menguntungkan sekaligus mempersulit tim talent scouting. Tidak sedikit sekolah dan tim-tim yang baru ikut serta di 10 kota mampu langsung bersaing dan memunculkan bakat-bakat potensial. Kondisi tersebut tidak lepas dari popularitas dan daya tarik MilkLife Soccer Challenge yang terus meningkat di masyarakat.
“Saya melihat sekolah-sekolah yang sudah berpartisipasi sebelumnya terus berusaha meningkatkan kualitas tim masing-masing dalam persaingan menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge. Namun, tidak sedikit sekolah yang baru kali ini ikut serta juga di luar dugaan mampu bersaing. Di satu sisi situasi itu menguntungkan kami sebagai penyelenggara karena muncul banyak bakat-bakat yang bisa dikembangkan lebih jauh. Di sisi lain juga membuat kami harus ekstra hati-hati dalam menjaring talenta-talenta terbaik,” ujar Timo.
