Wakil Wali Kota Armuji menambahkan doa dan harapannya agar Surabaya Community terus berkembang menjadi komunitas yang elegan, rukun, dan diterima semua kalangan. Ia menyebut perayaan HUT ke-19 dan pelaksanaan MUNAS IV sebagai bukti eksistensi positif arek-arek Suroboyo di tanah rantau. Semangat seduluran, kata Armuji, harus terus dijaga sebagai jati diri warga Surabaya.
Dengan mengusung semboyan “Salam Seduluran Sampek Matek” dan “Satu Hati Satu Roso”, Surabaya Community meneguhkan diri sebagai wadah pelestarian budaya Surabaya sekaligus perekat persatuan bangsa. Di usia 19 tahun, organisasi ini melangkah dengan optimisme baru untuk memberi manfaat lebih besar bagi Indonesia dan dunia. (bam)
