Personel Zeni TNI AD juga terus melakukan pembersihan jalur dan fasilitas umum dari abu vulkanik dan material lahar menggunakan alat berat, sekaligus memperbaiki sarana vital seperti jembatan darurat dan akses jalan untuk mempercepat mobilitas bantuan.
Di sisi lain, layanan kesehatan tetap menjadi prioritas. Tim Kesehatan TNI AD memberikan pemeriksaan bagi warga di posko pengungsian, termasuk penanganan luka ringan dan pemantauan kesehatan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. “Kami tidak ingin ada warga yang terlambat mendapatkan pertolongan kesehatan. Seluruh tenaga medis TNI AD kami kerahkan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal,” imbuh Kadispenad.
Kolonel Inf Donny Pramono menegaskan bahwa keberadaan prajurit TNI AD di lokasi bencana akan berlanjut hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat beraktivitas kembali secara aman.
Sementara itu, Pemerintah Daerah Lumajang telah menetapkan perpanjangan status tanggap darurat hingga 2 Desember 2025. “Saya menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana alam akibat erupsi Gunung Semeru hingga 2 Desember 2025,” jelas Bupati Lumajang Indah Amperawati.
