IPOL.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengonfirmasi bahwa pelaku di balik insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, diketahui mengakses konten kekerasan dari grup daring komunitas kejahatan nyata alias true crime community (TCC).
Kepala BNPT, Komjen Eddy Hartono menjelaskan tindakan pelaku yang meledakkan sekolahnya tersebut merupakan bentuk ‘Mimetic Radicalization’ atau mimetic violence (kekerasan meniru).
“Kalau di yang SMAN 72 diketahui Densus 88 juga mengakses kepada grup namanya TCC, True Crime Community,” jelas Eddy, Selasa (18/11).
Eddy menerangkan, dari sisi psikologis, pelaku meniru modus kejahatan yang pernah terjadi sebelumnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pengakuan dan kebanggaan diri.
“Jadi, dia bisa meniru ide perilaku apa yang terjadi sehingga dia meniru supaya bisa dibilang hebat, supaya ada kebanggaan,” ujarnya.
Nah, menghadapi fenomena ini, BNPT menggandeng sejumlah pihak, seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kementerian Sosial (Kemensos), serta para pakar di bidang psikologi, guna memetakan dan menentukan program rehabilitasi yang tepat.
