“Program SAPA Pusdatin telah dimulai sejak tanggal 19 hingga terakhir di tanggal 25 November dengan menyasar 65 (enam puluh lima) sekolah di 5 (lima) wilayah Jakarta sebagai projek awal (pilot project) digitalisasi pembelajaran,” tutur Saleh.
Selanjutnya, peserta mendapatkan bimbingan teknis dari pemateri Pusdatin dan mitra Kemendikdasmen, Pesona Edu. Materi yang disampaikan meliputi paparan ekosistem Rumah Pendidikan, sosialisasi Ruang GTK dan inspirasi pembelajaran, bimbingan teknis penggunaan Ruang Murid, berbagi praktik baik dari komunitas guru, hingga simulasi pembelajaran di kelas menggunakan perangkat digital. Peserta juga mengisi pre-test, post-test, dan formulir evaluasi untuk memetakan pemahaman serta mengukur dampak awal pemanfaatan platform digital terhadap cara mereka merancang pembelajaran.
Tak ketinggalan, salah satu peserta yang merupakan guru di SDN Lenteng Agung 05 Pagi, Maryadi, mengaku merasa senang menjadi peserta. “Sekolah kami juga telah mendapat bantuan 1 (satu) set IFP. Satu momen yang saya ingat, murid kelas V sangat antusias serta suasana pembelajaran menjadi menyenangkan saat saya mengajar materi tentang Koding dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Oleh sebab itu, materi yang saya dapatkan di hari ini, akan segera saya imbaskan kepada rekan guru sejawat di sekolah,” tandas Maryadi.
