“Di dalam manuskrip ini terdapat berbagai cara penanganan penyakit, termasuk yang jarang ditemukan saat ini. Pengetahuan tersebut merupakan warisan berharga yang perlu dimanfaatkan kembali,” kata Suyami, mengutip Minggu (23/11/2025).
BRIN juga bekerja sama dengan TNGM untuk mencocokkan daftar tanaman dalam naskah dengan kondisi flora di kawasan Merbabu. Hasil awal menunjukkan terdapat 11 jenis tanaman obat yang teridentifikasi, 21 jenis yang berpotensi, dan sebagian lainnya belum dikenal secara lokal.
Perwakilan TNGM, Ekowati, memaparkan hasil survei etnobotani di lima resort kawasan Merbabu yang melibatkan 96 responden. Survei mendata 203 jenis tanaman obat yang digunakan masyarakat, kemudian diseleksi menjadi 56 jenis prioritas bersama Fakultas Biologi UGM.
“Hasil survei menunjukkan pola penggunaan tanaman obat mulai menurun karena dianggap rumit, tetapi sebagian pengetahuan tradisional masih bertahan,” kata Ekowati.
Hasil sinkronisasi data menunjukkan terdapat 11 jenis tanaman yang identifikasinya sesuai antara naskah dan temuan lapangan. Selain itu, 21 jenis tanaman diperkirakan kuat tumbuh di lereng Merbabu, meskipun sebagian berada di luar kawasan inti taman nasional, ungkapnya.
