“Sejumlah alumni IBEKA dari Luwu, Sulawesi Tengah misalnya, kini sudah mampu menghasilkan pupuk organik secara mandiri bahkan mengembangkannya secara komersial. Mereka menjadi penggerak pertanian berkelanjutan di daerahnya,” tutur Lestari, yang akrab disapa Rerie.
Anggota Komisi X DPR RI itu menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai penjaga kearifan lokal, yang menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan dan hidup sehat kepada generasi berikutnya.
“Dengan memberdayakan perempuan melalui pelatihan pertanian yang ramah lingkungan, kita tidak hanya menciptakan petani yang tangguh, tetapi juga keluarga yang sejahtera,” katanya.
Rerie berharap, penguatan kapasitas perempuan di sektor pertanian dapat mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional sekaligus memperkokoh kemandirian bangsa dalam menghadapi tantangan global di masa depan. (*)
