“Penyandang disabilitas memiliki semangat yang luar biasa untuk mandiri. Tantangan terbesar mereka sering kali bukan pada kemampuan, melainkan pada keterbatasan akses dan kesempatan. PNM hadir untuk menjadi jembatan yang membuka jalan menuju kemandirian ekonomi dan keberlanjutan hidup mereka,” ungkap Dodot.
Menurut data Dinas Sosial Kota Jambi, terdapat lebih dari 1.000 penyandang disabilitas di wilayah tersebut. Angka ini menjadi dorongan bagi PNM untuk menghadirkan program yang tidak hanya berfokus pada nasabah, tetapi juga pada pemberdayaan komunitas sosial secara lebih luas. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan Yayasan Teman Kecil, GERKATIN, HWDI, dan PPDI Jambi, sebagai wujud kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan difabel di tingkat daerah.
Inisiatif ini sejalan dengan semangat PNM di seluruh Indonesia untuk memastikan bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Melalui berbagai program pemberdayaan, PNM berupaya menciptakan ruang yang lebih inklusif bagi kelompok disabilitas agar dapat berdaya, mandiri, dan menjadi bagian aktif dalam pembangunan nasional.
