“Perjalanan normal 2,5 jam – 4 jam,” ucapnya.
Sebelumnya, Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi dan memuntahkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 14 kilometer, Rabu kemarin.
Pada Rabu lalu, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Septi Eka Wardhani mengatakan ada 178 pendaki hingga petugas yang terjebak di lereng Gunung Semeru. Mereka, kata Septi, berada di Ranu Kumbolo.
Kondisi medan pascaerupsi Semeru tak memungkinkan mereka untuk turun pada hari tersebut.
“Sore tadi teman PPGST menyampaikan bahwa evakuasi malam tidak direkomendasikan, karena risikonya sama, terutama karena gelap, licin, dan beberapa lokasi jalur rawan longsor,” ucapnya.
“Untuk sementara kami minta yang di Ranu Kumbolo tetap disana dalam posisi siap jika sewaktu-waktu memang harus turun malam sambil melihat situasi terbaru,” kata dia.
Berdasarkan pantauan BB TNBTS hingga Rabu malam lalu, Ranu Kumbolo relatif aman dari dampak erupsi Semeru.
