Indikator Politik Indonesia juga memasukkan nama-nama baru seperti Purbaya Yudhi Sadewa, yang kini menjabat Menteri Keuangan dengan tingkat elektabilitas 1,5 persen. Selain itu terdapat tokoh-tokoh nasional lain seperti Sherly Tjoanda Laos (1,1 persen), Khofifah Indar Parawansa (0,5 persen), Erick Thohir (0,4 persen), Kaesang Pangarep (0,4 persen), dan Puan Maharani (0,1 persen).
Burhanuddin menjelaskan, simulasi 25 nama calon ini dilakukan sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang menghapus presidential threshold, sehingga setiap partai berpotensi mengusung capres sendiri tanpa harus berkoalisi. “Kita ingin menangkap peta persepsi publik yang lebih terbuka pasca-putusan MK. Karena itu kami uji lebih banyak nama dari berbagai latar belakang politik dan sosial,” terangnya.
Survei ini dilakukan terhadap 1.200 responden di 38 provinsi dengan metode multistage random sampling. Margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dilakukan secara tatap muka oleh pewawancara terlatih, dengan pengawasan mutu (quality control) terhadap 20 persen sampel untuk memastikan keabsahan data.
