“Ini adalah komitmen Pengprov WI DKI Jakarta bahwa organisasi akan dijalankan dengan semangat profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas agar kepercayaan publik dan prestasi dapat berjalan seiring,” tegasnya.
Tidak hanya itu saja, Tjokro Gunawan juga siap menjawab tantangan PB WI untuk mencetak atlet sanda berkualitas, wasit/juri internasional dan juga menambah event dalam upaya lebih memassalkan olahraga wushu di DKI Jakarta. “Ya, kita memang sudah merencanakan akan menambah event. Kita akan buat di Mall sehingga bisa menarik minat anak-anak di Jakarta untuk bisa menekuni olahraga wushu,” jelasnya.
Tidak hanya berbicara prestasi nasional, Tjokro Gunawan juga mengungkapkan kontribusi wushu DKI Jakarta dalam menopang prestasi olahraga DKI Jakarta. Pada tahun 2025, Wushu DKI Jakarta menempati peringkat kedua dengan 7 medali emas pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), menjadi juara umum dengan 11 medali emas, 11 perak, dan 4 perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri, dan menempati peringkat kedua dengan mengoleksi 6 medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS).
Dalam mencapai prestasi tersebut, kata Tjokro Gunawan menyebut, Pengprov WI DKI Jakarta menghadapi berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta dan KONI DKI Jakarta. Salah satunya adalah kebutuhan dukungan dan pembinaan serta sarana dan fasilitas latihan.
“Hingga saat ini, wushu DKI Jakarta belum memiliki gedung latihan permanen, Padahal, perangkat latihan seperti karpet wushu memiliki bobot yang sangat berat dan tidak memungkinkan untuk terlalu sering dibongkar pasang karena akan menimbulkan kerusakan dan membahayakan atlet,” ujarnya.
“Kami butuh dukungan Dispora dan KONI DKI Jakarta, dan seluruh pemangku kepentingan agar dapat membantu mewujudkan fasilitas latihan permanen yang layak, aman, sesuai standar dan dapat menjadi rumah besar bagi pembinaan wushu DKI Jakarta,” tambahnya.
Selanjutnya, Tjokro Gunawan juga meminta perhatian Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar atlet berprestasi dapat memperoleh akses sekolah yang dekat dengan pusat latihan melalui jalur prestasi. Hal ini sangat penting agar para atlet muda dapat menjalankan pendidikan formal dengan baik, bersamaan dengan program latihan intensif yang dijalani setiap hari.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara dunia olahraga dan pendidikan, kita dapat melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter dan berpendidikan,” tutupnya.
Ketua KONI DKI Jakarta Prof Hidayat Humaid yang hadir dalam pelantikan tersebut mengatakan siap mendukung Pengprov WI DKI Jakarta dalam mencari bibit-bibit atlet sanda potensial. “Saya sudah ketemu dengan Komandan Brimob dan mereka siap untuk kerjasama dengan KONI DKI Jakarta. Dari personil Brimob itu kan bisa dibina dan dijadikan atlet sanda. Kan, banyak personil Brimob berprestasi di cabang olahraga beladiri,” ujarnya.
Tetap Usung Motto Cetak Atlet Kaliber Dunia, Pengprov WI Jakarta Butuh Tempat Latihan dan Akses Sekolah
