Selain kendaraan, penumpang pejalan kaki juga diarahkan menuju jalur Express I atau Express II setelah melakukan check-in pada vending machine. Pola penataan ini mempercepat alur pergerakan penumpang pejalan kaki maupun penumpang kendaraan, sekaligus meminimalkan antrean.

Pengoperasian Express II turut diperkuat melalui penandatanganan kerja sama dengan operator kapal pada kegiatan Customer Gathering (20/11). Langkah ini menegaskan bahwa peningkatan layanan tidak hanya dilakukan ASDP, tetapi merupakan kolaborasi menyeluruh antara operator kapal, asosiasi pelaku logistik, dan regulator transportasi.
Kesiapan Layanan Nataru: Kelancaran dari Hulu ke Hilir
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan bahwa seluruh penyempurnaan layanan dilakukan secara end-to-end. “Rekayasa alur, evaluasi teknis, dan penataan antrean kami lakukan secara simultan untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan, terutama pada puncak Nataru saat volume penumpang meningkat signifikan,” ujar Windy.
