Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat menyalakan mesin diesel untuk mengisi udara pada tabung kompresor di bengkel tambal ban miliknya yang berada di teras rumah.
Sekitar 15 menit kemudian, terdengar suara ledakan keras dari arah bengkel. Istri korban, Sri Wahyuni, yang berada di dalam rumah segera berlari keluar dan mendapati kaca etalase dagangan pecah akibat getaran ledakan.
Ia terkejut melihat suaminya sudah tergeletak bersimbah darah di lantai dengan posisi kepala di sebelah timur. Korban tewas seketika di tempat kejadian.
“Iya betul, terjadi peristiwa ledakan kompresor di Kesamben pagi tadi dan menyebabkan satu orang meninggal dunia,” kata Ipda Putut membenarkan.
Jasad korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis, sementara tabung kompresor dan peralatan bengkel diamankan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. (Vinolla)
