
Ia mengapresiasi paparan tiga kepala daerah yang mewakili peserta terkait rencana aksi hasil pembelajaran KPPD. Apalagi, ketiganya berani menentukan fokus prioritas pada isu strategis, yakni pengelolaan sampah, ketahanan pangan, dan digitalisasi. Ia menyebut isu-isu tersebut sebagai persoalan klasik yang belum tuntas di tingkat nasional.
Bima menilai keberanian menetapkan fokus tersebut merupakan hasil dari proses pembelajaran KPPD, termasuk studi lapangan di Singapura. “Jadi mungkin ini berkah dari Singapura tadi. Satu, menjadi lebih berani. Yang kedua, berani kemudian menentukan target-target prioritas berdasarkan karakteristik masing-masing,” jelasnya.
Ia mengingatkan kepala daerah agar tidak ragu mengambil kebijakan apabila memiliki landasan kajian maupun dasar hukum yang jelas. Terlebih bila kepala daerah meyakini langkah tersebut mampu menyejahterakan masyarakat. “Dan Kementerian Dalam Negeri insyaallah akan mendukung, memfasilitasi,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily mengapresiasi seluruh peserta yang telah menuntaskan Program KPPD Angkatan II. Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan investasi strategis negara untuk menyiapkan pemimpin daerah yang berintegritas, berkarakter kuat, dan mampu menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
