Lebih lanjut, Wiyagus menekankan, keberhasilan pengendalian inflasi sangat bergantung pada sinergi pusat dan daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama Indonesia dalam memastikan ketersediaan bahan atau komoditi, serta stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Boleh dikatakan alat pengendalian inflasi di Indonesia ini tidak dimiliki oleh negara lain. Inilah implementasi dari pentingnya kegotongroyongan di antara sesama untuk menyelesaikan masalah bangsa,” tegasnya.

Selain itu, Wiyagus menyoroti peran pemerintah daerah (Pemda) dalam menyukseskan berbagai program strategis nasional. Ia menyebut sejumlah program seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga pembangunan infrastruktur, yang seluruhnya membutuhkan dukungan penuh dari daerah agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus juga mengingatkan Pemda untuk mewaspadai potensi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menurutnya, momen tersebut selalu diiringi peningkatan permintaan komoditas pangan, sehingga perlu langkah intervensi yang cepat dan tepat.
